Tuesday, May 1, 2012

Menanti Sebuah Jawaban


Saat terlahir ke dunia adalah saat-saat penuh kebahagiaan  meskipun aku merasa tak pernah mengalami hal itu. Yang tersimpan diingatanku hanyalah betapa indahnya masa kanak-kanak saatku masih kecil dulu. Menghabiskan waktu dengan bermain, berlarian, belajar tanpa beban dan menikmati hidup sepanjang hari. Tanpa pernah menyesali hari yang lalu dan merisaukan hari yang akan datang. Semuanya hanya berjalan dan berlalu apa adanya. Dan itulah  masa yang terindah di hidupku.
Waktu begitu cepat berlalu, tanpa terasa telah sampai di usia yang boleh dikatakan telah dewasa. Tapi aku masih belum merasa cukup dewasa. Meski telah banyak hal-hal yang kulalui, peristiwa yang kulewati dan masalah-masalah penuh hikmah di perjalananku. Aku masih saja
merasa ada yang masih kurang dalam hidupku. Apakah itu sesuatu yang aku cari namun belum aku temukan?
Adalah cinta yang mengandung sejuta makna dalam kehidupan. Dan cinta dapat bermakna apa saja sesuai dengan pemahaman kita. Cinta yang terkadang membuat kita begitu bahagia, membuat kita terlena, membuat kita terlupa dan membuat kita bisa berbuat apa saja untuk sesuatu yang dicintai. Lalu tentang cinta yang berkaitan dengan perasaan, sejatinya setiap manusia ingin melabuhkan hatinya pada seseorang yang menjadi pasangan hidupnya. Pasangan tempat berbagi kasih sayang, suka duka dan keluh kesah dalam kehidupan, bersama untuk selamanya. Itulah yang belum kutemukan dalam hidupku.
Aku telah mengenal banyak cinta, tapi mungkin bukan berarti itu cinta.  Aku hanya berusaha berproses dalam waktu tuk mengenal cinta, merasakan cinta, berbagi cinta sampai cinta itupun membuatku terjatuh. Lalu akupun kembali berdiri. Berpindah dari satu hati ke hati yang lainnya. Semuanya melukiskan kenangan yang indah dan juga menyisakan pahit di lembaran hidupku. Dan aku telah mencoba.
Tak ada seorangpun  yang tahu dimana pelabuhan hatinya yang terakhir. Pun begitu dengan aku yang telah mencoba berulang kali tuk mengenal cinta tapi selalu saja berakhir dengan kegagalan. Meski hal itu bukanlah kegagalan tapi tetap saja ada rasa sesal dari setiap waktu yang terbuang begitu saja. Sampai saat dimana aku merasa jenuh dan lelah tuk mencari. Mungkin yang terbaik dihidupku adalah meyakini bahwa sesuatu itu kan indah pada waktunya.
Apakah salah jika kita tak berusaha? Apakah salah jika kita tak segera mencari siapa sebenarnya seseorang yang telah Tuhan siapkan untuk temani hidup kita? Mungkin aku tak harus tahu jawabannya. Yang kuingin hanyalah menjalani kehidupan ini dengan lebih baik. Seperti keyakinanku bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik, Akupun ingin mendapatkan yang terbaik dalam hidupku. Tapi yang kutahu, seseorang yang baik hanyalah disiapkan untuk seseorang yang baik pula. Jadi Tuhan mungkin lebih tahu, bahwa aku harus berusaha jadi lebih baik lagi agar dianugerahi pasangan yang tepat untuk hidupku. Dan semua itu ada waktunya.
Kita tak bisa menyegerakan apa yang belum menjadi keinginanNya. Kita juga tak bisa memperlambat apa yang telah menjadi takdirnya. Yang kita mampu hanyalah berusaha dan berdo’a untuk sesuatu yang slalu kita inginkan. Sesuatu yang terus kita tanyakan? Karena sesungguhnya jawaban itu ada pada Tuhan, pada waktu yang diciptakannya. Sebuah jawaban terindah yang jika ia datang mesti disyukuri dan tak boleh disia-siakan dalam hidup ini.
Kini, aku hanya ingin menanti, sambil terus tersenyum penuh rasa syukur menikmati perjalananku. Tanpa rasa sesal, tanpa rasa risau dan tanpa rasa lelah tuk terus menanti. Masih banyak hal-hal yang bisa kulalukan dalam hidup ini tuk lebih memperbaiki diri dan keadaan hidupku.
Wahai Tuhan, Aku disini ada karenamu dan untukmu. Apa yang telah terjadi dan akan terjadi segalanya kuserahkan kepadamu. Dan aku disini hanyalah  insan yang menanti jawaban darimu. Menanti Sebuah Jawaban?

by Ridho Maulana

No comments:

Post a Comment