Tuesday, May 8, 2012

MENJADI ORANG YANG TAHU

Kita semua tahu di dunia ini ada siang ada malam, ada terang ada pula gelap. Demikian halnya hidup ini, ada benar ada salah, ada baik ada pula buruknya. Dua hal yang kadang memang harus kita lalui untuk bisa menjadi orang yang tahu.
Karena salah kita tahu mana yang benar. Karena buruk kita tahu mana yang baik. Karena hitam kita tahu yang putih. Dan karena kotor kita tahu untuk belajar bersih.
          Sebuah kesalahan bukanlah hal yang buruk dalam kehidupan. Yang terpenting adalah
bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan agar menjadi benar. Karena untuk bisa berbuat benar maka harus belajar mengetahui yang salah. Dan terkadang harus berbuat salah dulu baru memetik hikmah dan mengerti arti sebuah kebenaran. Bukankah merupakan fitrah manusia tempatnya berbuat salah dan Tuhan akan memaafkan itu jika kita memperbaiki diri. Namun yang mesti diingat adalah jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama. Itu artinya kita terjatuh di lubang yang sama.
 
           Sebuah keburukan bukan pula merupakan hal yang salah dalam hidup. Yang terbaik adalah bagaimana kita bisa keluar dari keburukan untuk menjadi baik. Jika buruk adalah satu kesalahan yang mesti kita tahu adalah bagiamana memaafkan dan memperbaiki kesalahan itu. Bukankah Tuhan itu Maha pemaaf ?
          Dapatkah kita mengetahui warna putih jika kita tak melihat warna hitam? Sungguh, karena hitam itulah kita bisa melihat putih. Dan yang terpenting adalah bagaimana kita bisa meninggalkan hitam untuk bisa menikmati betapa indahnya putih. 
Sedari kecil kita belajar berbuat bersih dengan adanya kotor. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membersihkan diri untuk bisa meninggalkan kotor itu. Dan teringat pepatah dalam sebuah iklan “Tak ada kotor yang tak belajar”. Maka kita harus belajar menjadi lebih bersih dari setiap kotoran yang telah kita lalui.
  Dunia ini berputar mungkin seperti kata-kataku ini yang berputar-putar saja ya, heee...jadi maafkanlah! Tapi jika kita slalu memutar otak maka tentunya bisa menjadi manusia yang berfikir, berfikir untuk menjadi tahu dan menjadi benar. Melalui proses hidup ini melewati siang dan malam, melewati gelap dan menjadi terang. Menikmati cahaya hati, hati yang telah melalui banyak kegelapan lalu mengambil setiap hikmah dan pelajaran.

By. Ridho maulana

No comments:

Post a Comment