Monday, June 25, 2012

TAMAN IMPIAN SEJUTA MIMPI

KEtika sejuta impian tak bisa berikan 
kebahagiaan Sejati,
Hanya ada satu taMAn impian yang janjikan keteNAngan hati.

Image from here
 Sahabat, setiap dari kita punya keinginan, punya cita-cita dan punya mimpi. Mimpi yang begitu kuat untuk bisa kita wujudkan agar menjadi sebuah kenyataan.
Impian adalah kunci kehidupan yang menjadi awal mula hasrat kita untuk bergerak mencari apa yang kita inginkan. Begitu kuatnya sebuah impian akan memberikan energi yang membakar
semangat dalam diri kita sehingga semakin mampu tuk lewati jalan yang tentunya terdapat banyak rintangan dan ujian.

Seberapa kuat impian yang tertanam di jiwa kita mampu menguatkan hati tuk melewati jalan yang mesti ditempuh untuk sampai pada impian itu. Bangkitkan keyakinan dalam diri kita bahwa impian kita dapat tewujud. Karena hanya keyakinan yang kuatlah yang akan menggerakkan pikiran kita untuk mencari jalan dan sarana serta cara untuk mewujudkan semua impian tersebut. Dan segalanya berawal dari mimpi, bermula dari sebuah impian yang kita inginkan.

Mungkin banyak sekali impian yang bisa membahagiaan hati, bisa memberikan kesenangan atau menjanjikan kenikmatan bagi diri kita. Sehingga terkadang kekuatan impian bisa saja memaksa diri kita untuk menempuh berbagai cara dalam mewujudkannya.

Tak ada yang salah dari sebuah usaha mengejar impian, tapi lihatlah dulu apakah cara yang kita tempuh itu cara yang benar atau cara yang salah, cara yang baik atau cara yang buruk. Jangan mengambil cara instan atau jalan pintas yang bisa merugikan diri kita maupun orang lain. 
Berpeganglah slalu pada kebenaran, karena hasil yang baik adalah melalui proses dan perjuangan panjang lewat ketekunan dan kesabaran,Tentunya dengan niat yang baik pula. Semuanya akan berbuah indah pada waktunya. Impian adalah tujuan mulia jika jalan yang kita lalui dengan niat hati yang tulus dan bersih, bukan dengan pikiran-pikiran kotor yang penuh kepicikan, bukan pula dengan merangkai dosa yang tak kita sadari.

Sahabat,
Namun dibalik semua itu, saat semua impian telah kita dapati apakah bisa memberi kepuasan dalam hati? memberi kebahahagiaan yang sesungguhnya? Hmm, tanyakan hati nuranimu?

Coba kita renungkan bahwa pada dasarnya manusia tidak akan pernah puas untuk terus mengejar kebahagiaan. Sukses meraih satu impian maka kan ada lagi impian berikutnya yang kita inginkan. Bersyukur adalah satu cara yang bisa melapangkan hati, namun dibalik semua itu ada yang benar-benar kita cari dan begitu kita inginkan dalam dalam hidup ini yaitu ketentraman hati.  Ketika sejuta impian tak bisa berikan kebahagiaan Sejati, Hanya ada satu taman impian yang janjikan ketenangan hati.

Image from here
 Taman impian itu bukanlah harta kekayaan, bukan uang, bukan pula kedudukan atau semua keindahan dunia yang tak pernah bisa memberi kepuasan. Tapi pada hakikatnya jiwa/ruh kita mencari kebahagiaan sejati, mencari kebenaran yang merupakan fitrah dalam diri manusia. Untuk apa kita diciptakan? Siapa diri kita dan apa tujuan hidup ini sesungguhnya? Jawaban dari inilah yang sebenarnya kita impikan.
Sahabat, sesungguhnya taman impian itu adalah iman di hati. Taman impian itu adalah indahnya kedekatan kita dengan Tuhan . Bahwa hanya Allah yang kita cari untuk kita cintai. Hanya dengan slalu mengingatNya-lah kita bisa berada di taman indah penuh kebahagiaan, penuh ketenangan jiwa dan ketentraman hati ini. Betapa cantiknya bunga-bunga cinta saat kita berada disisiNya. Menyadari bahwa dunia ini hanya permainan, hanya senda gurau belaka. Kesenangan dunia ini sungguh menipu. Penderitaan duniapun menipu. Segala keindahannya yang  terlihat mata adalah tipu daya dunia. Karena hanyalah merupakan rumah singgah yang tak abadi.

Tapi saat kita berada di dekat Tuhan, taman impian-pun tercipta di hati, menghiasi jiwa kita, melukis indah hidup ini. Hingga semua impian-impian dunia tak lagi berarti. Itulah sejatinya impian kita. Akupun begitu mendambakannya, sehingga kuberi nama “Taman impian sejuta mimpi ”. Semoga Allah menuntun kita untuk berada di tamanNya. Menemukan arah hidup yang indah bersamaNya, didekatNya dan MencintaiNya. Amien!

Salam kemana Bintang,

Ridho Maulana

No comments:

Post a Comment