Friday, August 17, 2012

MENCINTAI RAMADHAN

Image from here
Sahabatku,

Kemaren kita begitu bahagia menyambut bulan suci Ramadhan. Begitu riang untuk memasuki dan menikmati indahnya bulan yang hanya ada sekali dalam setahun di hidup kita. Bulan yang kita tahu begitu mulia. Penuh dengan rahmat, ampunan dan berbagai kelebihan di banding bulan-bulan lainnya. Tempat kita melebur dosa, menuai pahala dengan ibadah yang dilipatgandakan oleh Allah. Itulah ramadhan Indah yang tak terasa telah berjalan.

Sebelumnya banyak sekali rencana indah dan janji-janji mulia yang terukir di hati kita. Rencana untuk lebih memperbaiki diri dan menambah kualitas iman di hati kita. Janji untuk lebih meningkatkan ibadah dan janji untuk lebih mencintai ramadhan lebih dari rasa cinta di tahun-tahun sebelumnya.

Kini, sampailah kita di ujung perjalanan di bulan penuh berkah ini. Perjalanan 30 hari mencari cinta. Cinta untukNya dan mengharap cinta dariNya. Dan jika kita bertanya, Apa saja yang telah kita perbuat dan kita lakukan selama bulan suci ini? Disamping hal wajib yaitu berpuasa dengan segala kesabaran dan keikhlasan.
Apa yang sudah kita dapatkan? 

Apakah Ada cinta yang merasuk hati, dan membekas indah di jiwa kita?

Sobat, kini Ramadhan akan berpamitan meninggalkan kita. Meninggalkan banyak pelajaran dan kebaikan di hidup kita. Jika kita telah sungguh-sungguh menjalankan puasa dan memperbanyak amal ibadah di hari-hari yang lalu di bulan ini. Itulah perjuangan, itulah persembahan tulus bagi kita mengharap perbaikan di hidup kita. Mengharap akan memperoleh derajat taqwa dan bisa membawa perubahan di hidup kita ke depan. Dan tentunya mengharap ridho dari Allah.

Adalah kesabaran, yang terus kita gali dari hikmah berpuasa. Adalah keikhlasan, yang harus kita tanamkan untuk semua yang sudah kita lakukan agar bernilai ibadah di mata Tuhan. Adalah rasa syukur, yang harus kita ungkapkan saat kita sadar bahwa betapa banyak nikmat yang telah diberikan di hidup kita.

Lalu, adakah kerinduan yang tertanam di hati kita. Rindu akan indahnya Ramadhan yang segera meninggalkan kita, meninggalkan tahun ini. Sungguh, Betapa indahnya derai airmata bagi hati yang bersedih. Bersedih karena berpisah. Berpisah karena cinta. Cinta akan betapa berharganya bulan ramadhan di hidup kita. Yang berkesan indah di hati nan diliputi Iman. Saat kita takut takkan bertemu lagi dengannya. Saat kita bertanya, masihkah kita diberi umur untuk menjumpainya di Tahun depan.
Ataukah ini Ramadhan terakhir untuk kita? 
Wallahu A’lam . . .

Entahlah…., Yang pasti betapa indah rasa cinta ini, jika kita bisa membawanya di hari-hari kita selanjutnya. Membawa rasa cinta yang diperoleh dari indahnya ramadhan. Semoga bisa membawa perbaikan di hidup kita. Meningkatkan kualitas ketaqwaan kita dalam berjuang mengarungi hidup, untuk lebih baik lagi. Amien ya Rabb ! 

Itulah sedikit pesan yang teruntai dari kebersamaan kita dengan bulan Ramadhan ini. Pesan-pesan yang mengukir cinta. Cinta yang bisa menyelamatkan. Cinta yang bisa membawa berkah di hidup kita. Cinta yang mengukir rindu, tuk menginginkan kembali pertemuan kita dengan bulan terspesial ini.

Sungguh, mencintai Ramadhan adalah kesan yang begitu indah.
Simpan Ramadhan di hati dan bawa hikmahnya di bulan-bulan kita selanjutnya. Semangat!

Kun Rabbâniyyan walâ takun Ramadhâniyyan, Jadilah kau insan yang senantiasa beribadah kepada Allah, jangan kau beribadah hanya dibulan Ramadhan saja, karena sungguh Allah itu Tuhan di seluruh waktu.

Salam Terindah !

No comments:

Post a Comment